Recent Comments

    Budaya, Ciri Khas, Makanan Blitar

    bLITAR-KU

    BUDAYA KOTA BLITAR

    Blitar merupakan kota yang terletak di Jawa Timur bagian Selatan, dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Malang, Kediri dan Tulungagung. Blitar terkenal sebagai tempat peristirahatan terakhir presiden pertama Republik Indonesia yaitu Ir. Soekarno. Berkaitan dengan makam orang besar, Blitar sering berbangga karena memiliki candi Panataran dan candi Simping yang konon adalah berkaitan dengan (makam) tokoh Sang Radjasa, “Ken Arok” pendiri Singasari, dan Sanggrama Widjaya pendiri Madjapahit, sehingga layaklah orang Blitar mendapat sebutanBhumi Laya Ika Tantra Adi Raja”, yang berarti “Bumi tempat Pusara raja-raja agung yang berdaulat”. Contoh yang sangat sederhana pemimpin pertama RI, Ir. soekarno pun juga lahir di kota kecil Blitar ini.

    Blitar memiliki budaya Jawa kental, karena masih adanya sebagian orang yang mempunyai kepercayaan magis, dan masih banyaknya di temui upacara – upacara adat yang menggunakan sajian persembahan untuk roh roh halus yang dipercayai.

    Selain disebut sebagai Kota Proklamator dan Kota Patria, kota ini juga disebut sebagai Kota Peta (Pembela Tanah Air) karena di bawah kepimpinanan Soeprijadi, Laskar Peta melakukan perlawanan terhadap Jepang untuk pertama kalinya pada tanggal 14 Februari 1945 yang menginspirasi timbulnya perlawanan menuju kemerdekaan di daerah lain.

    MAKANAN KHAS BLITAR
    Sego Pecel
    2016_1_22_pecel_malang-1-1

    Di Blitar terdapat berbagai macam makanan khas yang salah satunya yaitu Sego pecel. Bahan utama dari bumbu sambel pecel ini adalah kacang tanah di campur dengan cabai rawit, gula merah, rempah rempah dan garam kemudian ditumbuk halus dan di tambah daun jeruk yang menambah aroma sambel pecel menjadi nikmat. Sego pecel khas mblitar biasanya disajikan dengan kulupan (sayur yang sudah direbus), tempe goreng dan rempeyek.

    CIRI KHAS BLITAR

    Ikan Koi

    2013-12-05 10.18.59

    Setiap daerah pastinya punya ciri khas masing – masing yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakatnya. Di Blitar banyak petak-petak lahan berubah menjadi kolam pemijahan, pemeliharan, dan pembesaran ikan Koi. Banyak sekali petani di Blitar yang membudidayakan ikan yang berasal dari jepang ini. Dari sisi ekonomis memelihara ikan koi jauh lebih menguntungkan dibanding ikan konsumsi lainnya.  Dengan biaya pakan yang sama, ikan koi memiliki harga yang jauh lebih tinggi. Pembudidaya Blitar sukses memperoleh Koi-Koi yang bagus bahkan sesuai dengan kualitas perlombaan atau kontes. Dengan demikian Blitar pun dikenal sebagai Kota Koi Indonesia.

     

     

     

     

    No Responses to “Budaya, Ciri Khas, Makanan Blitar”